Langsung ke konten utama

PONTIANAK-Kabupaten Kayong Utara (KKU) menjadi daerah otonomi baru (DOB) paling berhasil di

 Indonesia. Awalnya daerah terbelakang menjelma daerah dengan pemenuhan sarana dan prasarana wilayah dianggap paling cepat di antara DOB di Indonesia.
Hal ini terungkap di rapat fasilitasi pembinaan daerah otonomi baru dalam rangka peningkatan penyelenggaraan pemerintahan daerah, diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Grand Mahkota Kota Pontianak, Kamis (20/6) sore.
Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya SE MM. Dihadiri Direktur Penataan Daerah Otonomi Khusus Daerah Otonomi Baru Kemendagri, Ir H Boytenjuri CES. Kemudian staf Sesditjen Otonomi Daerah dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Kemendagri, Aprianto Susilo. Kemudian bupati, walikota, maupun yang diwakili satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DOB yang ada di Kalbar maupun di luar Kalbar.
“Kabupaten Kayong Utara saat kali pertama mekar cukup memprihatinkan, namun kini menjelma menjadi daerah yang cukup maju dan berkembang. Hebatnya, kabupaten Ketapang yang menjadi daerah induk, juga makin pesat pembangunannya. Ini layak jadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, daerah induk dan pemekaran sama-sama lebih cepat kemajuannya, khususnya dalam peningkat kesejahteraan warganya masing-masing,” tegas Ir H Boytenjuri CES, Direktur Penataan Daerah Otonomi Khusus Daerah Otonomi Baru Kemendagri.
Dijelaskannya rapat fasilitasi DOB demi penyelenggaraan pemerintahan yang baik dilaksanakan di Pontianak (Kalbar) diikuti 32 DOB yang mekar antara tahun 2008/2009. Sedangkan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang baru diresmikan 24 April 2013, diikuti 27 DOB yang mekar antara 2007/2008. Evaluasi DOB dilaksanakan tiap enam bulan sekali terhadap 205 DOB, apalagi untuk tahun 2012 saja terdapat 15 DOB yang masih perlu pengawasan intensif.
“Sekitar 80 persen daerah otonomi baru masih bermasalah. Utusan beberapa kabupaten maupun kota buah pemekaran di luar Kalbar, masih dalam perjalanan ke Pontianak. Jadi kita mulai dulu dengan utusan-utusan yang ada. Memang pemekaran daerah ada kasus, daerah induk dan daerah pemekarannya sama-sama lemes. Kemudian ada kasus daerah induk malah lemes, sedangkan daerah pemekarannya malah berjaya. Baiknya ya daerah induk dan daerah pemekarannya sama-sama berjaya, seperti kabupaten Ketapang dan Kayong Utara,” kupasnya.
Dalam rapat fasilitasi pembinaan DOB, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid menjadi panelis utama, menyampaikan perkembangan pemerintahan daerah otonomi baru (DOB). Didampingi perwakilan Bupati Ketapang Drs Hendrikus MSi yang sedang sakit, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ketapang, Mahyudin menyampaikan perkembangan Ketapang mekarnya KKU sangat terbantu.
“Sewaktu kali pertama mekar, KKU memiliki beberapa masalah. Bahkan di ibukota kabupaten, Sukadana hanya memiliki empat rumah toko (ruko) saja. Masalah terbatasnya kualitas dan kuantitas aparatur. Daya dukung infrastruktur dan anggaran yang terbatas. Letak geografis terisolir dan terpencil. Layanan tingkat pendidikan dan kesehatan yang belum maksimal. Potensi sumber daya belum terkelola secara optimal,” ucap Hildi.
Guna menanggulangi masalah itu, sambungnya, langkah kebijakan di bidang pemerintahan, dilaksanakan reformasi birokrasi. Kemudian restrukturisasi organisasi pemerintahan, rekruitmen pegawai, pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan. Pembangunan kecamatan baru bernama Kepulauan Karimata. Anggaran berorientasi ke belanja publik.
“Di bidang sosial budaya, dibikin layanan gratis 12 tahun karena KKU. Bahkan kita membiayai lulusan SMA untuk dikuliahkan dan dibiayai pemerintah daerah, sekarang angkatan pertama itu sudah pada semester akhir. Layanan kesehatan gratis bersifat universal cover. Pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru,” tuturnya.
Di bidang ekonomi, imbuhnya, membuka keterisolasian wilayah terisolir dan kepulauan. Penguatan produksi perikanan dan pertanian. Pemberdayaan peran usaha kecil mikro dan koperasi. Peningkatan pendapatan asli daerah.
“Dulu kita cukup senang dibilang memiliki potensi ikan tangkap nomor dua se-Indonesia setelah Bagansiapi-api Sumatera. Namun setelah kita mekar, rupanya kita belum bisa menarik retribusi dengan besar, sebab sarana dan prasana pendukung masih belum ada. Karenanya kita bikin tiga pelabuhan sekaligus dengan dukungan APBN, satu pelabuhan perintis dan dua pelabuhan regional. Ketiganya mampu dilabuhi kapal dengan bobot 3000 gross ton (GT), berarti kemampuannya lebih kuat daripada Pelabuhan Pontianak,” paparnya.
Melihat potensi kabupaten-kabupaten di wilayah Kalbar yang kaya hasil bumi, lanjutnya, Pemkab Kayong Utara menyiapkan sarana dan prasarana menjadi gerbang utama wilayah timur Kalbar ke lautan. Saat ini sudah mulai dibangun jalan penghubung dari wilayah KKU ke jalan nasional di pedalaman Kalbar yang menghubungkan ke Provinsi Kalteng.
“Contohnya saja, Kabupaten Sekadau mempunyai kebun sawit yang banyak. Kalau hasil bumi itu diangkut ke Pelabuhan Pontianak yang jaraknya 300 kilometer lebih, tentu menambah beban biaya. Bandingkan jarang Sekadau dengan Kayong Utara yang hanya 100 kilometer sekian,” tegasnya.
Langkah kebijakan di bidang infrastruktur, terangnya, dibangun jalan dan jembatan baru seperti di Seponti, lingkar Pulau Maya dan Karimata, dan yang direncanakan di Perawas. Pembangunan pelabuhan, tambatan perahu, dermaga penyeberangan di pelabuhan Satai, Sukadana, Teluk Batang, dan Pelapis. Direncanakan juga dibangun bandar udara (Bandara), terminal tipe B, hingga pusat pelelangan ikan Teluk Batang.
“Kita juga merencanakan pendirian pembangunan perusahaan daerah air minum (PDAM), peningkatan rasio elektrifikasi, seperti listrik tenaga surya, listrik masuk desa, listrik hybrid-whypgen, hingga direncanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas bumi. Untuk layanan angkutan publik, dibikin rute pelayaran perairan karena KKU banyak pulau dengan KM Karimata. Selanjutnya kita adakan bis sekolah maupun angkutan pedesaan,” jelasnya.
Demi percepatan pembangunan di perdusunan demi memperkuat lalulintas barang dan jasa di pedesaan, Bupati H Hildi Hamid juga bikin program dana ifrastruktur dasar pedesaan (Infradades). “Tiap dusun ada yang Rp10 juta hingga Rp50 juta. Ini di luar dana alokasi desa dan dana lainnya. Jadi ketika dusun akan membangun jalan penghubung maupun saluran air, bisa gunakan dana itu,” ucapnya.
Kepala Bappeda Ketapang, Muhyidin mempresentasikan kalau kabupaten Ketapang merupakan terluas di Kalbar, walaupun sudah dimekarkan KKU juga masih berstatus wilayah yang luas di Kalbar.
“Awalnya kabupaten Ketapang memiliki 15 kecamatan. Kemudian berkembang menjadi 25 kecamatan. Setelah KKU mekar, sisa 20 kecamatan. Jadi ketika KKU mekar, APBD Ketapang bisa lebih difokus percepatan pembangunan di seluruh kecamatan dan pedesaan lebih besar, karena tidak perlu lagi membiayai kecamatan yang menjadi KKU itu. Itu sangat menguntungkan Ketapang. Aktivitas daerah induk dan pemekaran juga malah makin pesat karena saling membutuhkan dan semangat kemajuan. Bahkan kabupaten Ketapang sudah siap memekarkan kabupaten baru lagi. Sebab di DPRD Ketapang pada tahun 2003 memiliki rekomendasi, menjadikan kabupaten Ketapang lima daerah pemekaran. Detailnya empat kabupaten, dan kota Ketapang menjadi pemerintah kota atau Pemkot. Ini sangat menggembirakan,” sanjungnya.
Beberapa DOB dari Sumatera dan pulau-pulau lain di Indonesia, juga bertanya-tanya tentang kiat-kiat dan trik-trik mempercepat pembangunan daerah pemekaran. (mik)
Sumber: Pontianak Post, 25 Juni 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GEOGRAFI POLITIK “BATAS NEGARA ”

TUGAS INDIVIDU GEOGRAFI POLITIK “BATAS NEGARA ” OLEH: ADI AFRIANTO (E1051141060) FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2015 BATAS NEGARA Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Viet...

"KRITIK TERHADAP KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI-INDONESIA"

KRITIK TERHADAP KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI-INDONESIA Pendidikan adalah salah satu diantara sekian banyak pilar kesuksesan sebuah negara dalam upaya meningkatkan taraf hidup rakyatnya.Peranan pendidikan merupakan hal penting bagi proses peningkatan kemampuan dan daya saing suatu bangsa di mata dunia. Keterbelakangan edukasi seringkali menjadi hambatan serius dalam proses pembangunan masyarakat. Negara Jepang adalah contoh yang tepat bagaimana peranan pendidikan mampu mengubah perekonomian bangsa yang hancur lebur akibat Perang Dunia II kini bisa bangkit keterpurukan. Lebih hebatnya lagi bahkan mampu menguasai sebagian besar ekonomi dunia. Jepang menjadi salah satu motor penggerak modernisasi peradaban dunia berkat pendidikan yang berkualitas. Peranan pendidikan bukan hanya berkutat kepada peningkatan perekonomian saja. Dalam banyak kasus, pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai moral akan mampu membentuk sumber daya manusia yang unggul dengan tetap memiliki harkat dan martab...

RESMI ! , Jokowi Turunkan Harga Tes PCR

    Jakarta, 16 Agustus 2021 , Seperti kita ketahui bersama bahwa Pandemi Covid-19 sudah lama sekali melanda Indonesia. Akibatnya adalah mempengaruhi semua sector baik Ekonomi dan lainya. Saat ini kita sebagai warga Indonesia kita setiap inginmelakukan perjalanan keluar daerah harus menggunakan Tes PCR. Mahalnya Tes PCR ini tentu sangat memberatkan masyarakat dengan ekonomin pas-pasan yang ingin berpergian untuk mengurus kerjaan atau bahkan menjenguk keluarga yang sedang sakit. Untuk itu Sekjer Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Lia G. Partakusuma mengatakan : ituadalah hak dan wewenang pemerintah, jika itu dianggapbaik dan sebagai solusi maka ok ok saja. Lia juga mengatakan semua itu harus diperhitungkan dengan matang tentang biaya operasional laboratorium. Hal ini senada yang disampaikan oleh Kemenkes karna banyak Keluhan   dari masyarakat tentang tingginya harga tes PCR.   Oleh karena itu Presiden Jokowi dalam Pidatonya menurunkan harga PCR menjadi Rp...